Sabtu, 25 Maret 2017

Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD)

 


Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Alir Data (DAD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus/alur dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem dengan jelas.
Data Flow Diagram (DFD) biasanya digunakan untuk tahap desain sistem karena dengan diagram ini batasan ruang lingkup sistem terlihat sangat jelas sehingga pekerjaan pengembangan sistem yang dilakukan dapat lebih fokus.
Tujuan DFD :
1. Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasikan pada saat data bergerak melalui sistem.
2. Menggambarkan fungsi-fungsi yang mentransformasikan aliran data.
Fungsi DFD :
-- Sebagi alat pembuatan model yag memungkinkan profesional sistem yang digunakan untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yag dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
-- DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

Terdapat beberapa ahli yang pernah mendefinisikan simbol-simbol DFD, diantaranya adalah Gane-Sarson dan De Marco-Yordan yang mendefinisikan simbol DFD sebagai berikut.

Keterangan komponen DFD:
- External Entity
Kesatuan diluar sistem (external entity) yang memberikan input ke sistem atau menerima output dari sistem. Berupa orang dan organisasi.
- Process
Merupakan aktivitas yang mengolah input menjadi output. Nama Proses terdiri dari Kata Kerja dan Kata Benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut, Misalnya : Hitung Gaji, Menambah Data Siswa
- Data Flow
Menggambarkan aliran data diantara process, data store, dan external entity pada sistem
- Data Store
sebagai penyimpanan data pada database

Level Pada DFD
  DFD dapat diturunkan kedalam beberapa level dimana level yang rendah harus bisa mereprensentasikan proses tersebut dalam spesifikasi proses yang lebih jelas
1. Diagram Context
menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan. Diagram ini merupakan level tertinggi dari suatu DFD.
2.  Diagram Level 0
Setelah terbuat diagram context, maka selanjutnya yaitu DFD level 0. Level ini merupakan penggambaran  diagram context yang lebih rinci, dengan kata lain merupakan pemecahan dari diagram context atau dekomposisi dari diagram context. Di dalam diagram ini memuat data store (penyimpanan data).
3. Diagram Rinci
Merupakan diagram yang digunakan untuk menguraikan atau pemecahanan proses yang ada dalam diagram nol. Contohnya DFD Level 1, yang isinya tiap-tiap proses pada DFD level 0 akan digambarkan secara rinci.

Contoh Penomoran Proses
 

 Berikut gambarnya :
   

Tips Dalam Membuat DFD
  1. Pilih notasi sehingga proses yang didekomposisi atau tidak didekomposisi dapat dibaca dengan mudah.
  2. Nama proses harus terdiri dari kata kerja dan kata benda.
  3. Nama yang dipakai untuk proses, data store, data flow harus konsisten.
  4. Setiap level harus konsisten aliran datanya dengan level sebelumnya.
  5. Usahakan agar external entity pada setiap level konsisten peletakannya.
  6. Banyaknya proses yang disarankan pada setiap level tidak melebihi 7 proses dan maksimal 9. Bila lebih maka harus dilakukan dekomposisi. Dekomposisi merupakan sebuah cara untuk memecahkan proses menjadi beberapa proses yang lebih detil, sehingga menghasilkan detil yang lebih akurat untuk sistem yang akan dibuat nantinya.
  7. Dekomposisi berdasarkan kelompok data lebih disarankan (memudahkan aliran data ke storage yang sama).
  8. Nama Proses yang umum hanya untuk prose yang masih akan didekomposisi.
  9. Pada Proses yang sudah tidak didekomposisi, nama Proses dan nama Data harus sudah spesifik.
  10. Aliran ke storage harus melalui proses, tidak boleh langsung dari external entity.
Langkah-Langkah Pembuatan DFD
1.  Identifikasi terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entities) yang terlibat. 
2.  Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar(external entity).
      Yaitu menentukan apa yang diterima/diberikan external entity dari/ke sistem.
3. Membuat Diagram Context 
4. Membuat Diagram Level 0, yang merupakan dekomposisi dari diagram context. Caranya :
·   Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
· Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
·  Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
·   Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).

5. Membuat Diagram Level 1
    Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level 0. Caranya :
·   Tentukan proses yang lebih kecil (sub-proses) dari proses utama yang ada di level zero.
· Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing sub-proses ke/dari sistem dan perhatikan konsep  keseimbangan.
·   Apabila diperlukan, munculkan data store sebagai sumber maupun tujuan alur data.
·  Beri nomor pada masing-masing sub-proses yang menunjukkan dekomposisi dari proses sebelumnya.Contoh : 1.1, 1.2, 2.1



Contoh : DFD Sistem Informasi PAUD

Klik link dibawah ini untuk melihat dokumen :

 Referensi :
 http://www.pro.co.id/pengertian-dan-contoh-data-flow-diagram-dfd/
  http://dhykapra.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-fungsidan-data-flow-diagram.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar